Cara Memilih Telur Yang Baik Untuk Ditetaskan

Cara memilih telur yang baik untuk ditetaskan haruslah benar-benar diperhatikan supaya memperoleh ayam yang berkualitas dan sesuai keinginan. Menetaskan telur sebenarnya merupakan kegiatan yang sangat mengasyikkan dengan proses awal pemilihan telur, kemudian ditetaskan pada induk ayam dan akhirnya dapat menghasilkan anakan ayam yang sesuai harapan. Berbeda saat hendak mengonsumsi telur, saat hendak menetaskan telur terdapat beberapa unsur berbeda yang harus dipenuhi. Meskipun secara sekilas tampilan telur-telur tidaklah berbeda dan hampir sama satu sama lain, ternyata ada banyak hal yang dapat membedakan telur-telur baik dari segi kualitas maupun fungsinya.


4 Cara Memilih Telur Yang Baik Untuk Ditetaskan
Sebelum menetaskan telur dan berharap dapat menghasilkan ayam yang berkualitas, sembarang telur saja tidak akan membuat prosesnya berhasil. Untuk itu, harus dilakukan beberapa pengamatan terhadap beberapa aspek. Berikut ini adalah cara memilih telur yang akan ditetaskan yang dapat dengan mudah dilakukan:

1.      Memperhatikan asal induk
Sebelum ditetaskan, ketahui dahulu kualitas induk yang menghasilkan telur tersebut. Berhasil atau tidaknya telur ditetaskan dengan baik serta kualitas ayam yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh induk. Berikut ini adalah syarat induk telur yang baik untuk ditetaskan:
-          Kondisi induk haruslah dalam keadaan sehat dan normal serta terbebas dari beragam penyakit unggas seperti berak kapur, pullorum atau CRD karena dapat menular pada induk atau ayam lain.
-          Induk ayam yang digunakan sebagai bibit dalam penetasan telah berumur sekitar 1 hingga 1,5 tahun.
-          Perbandingan antara jantan dan betina ialah 1:4 atau 5, jadi satu jantan untuk 4 hingga 5 betina.
-          Asupan makanan haruslah makanan yang baik dan bergizi.

2.      Memastikan bentuk dan ukuran telur
Cara memilih telur yang bagus untuk penetasan selanjutnya ialah dengan mengamati bentuk dan ukuran telur. Telur yang baik dan direkomendasikan untuk ditetaskan adalah telur berbentuk oval atau bulat telur dan dengan ukuran yang sedang, tidak terlalu besar ataupun tidak terlalu kecil.
3.      Memastikan kebersihan dan tekstur cangkang telur
Hal ketiga yang harus dilakukan ialah memastikan tampilan telur dengan pertimbangan kebersihan dan tekstur cangkang atau kulit telur. Telur yang baik untuk ditetaskan ialah telur dalam kondisi bersih. Kebersihan dapat dilihat dari kulit atau cangkangnya yang bebas dari berbagai kotoran yang menempel. Apabila terdapat kotoran yang menempel, dapat dibersihkan dengan menggunakan kapas yang telah diberi disinfektan. Tidak hanya kebersihannya saja, namun juga perhatikan tekstur dan tampilan cangkang atau kulit telur. telur yang baik dibungkus dengan cangkang yang tidak retak dan tidak memiliki pola retak berwarna putih. Telur yang retak tidak akan berhasil ditetas dan justru malah akan membusuk.

4.      Memperhatikan usia atau waktu penyimpanan telur
Ciri telur ayam yang baik untuk penetasan yang terakhir ialah memastikan usia atau waktu penyimpanan telur sejak paska dikeluarkan oleh induk tidak melampau batas atau aturan. Setelah telur dihasilkan oleh induk dan telah memenuihi persyaratan telur yang baik untuk ditetaskan, maka semakin cepat ditetaskan akan semakin baik. Apabila telur disimpan terlalu lama, maka daya keberhasilan penetasan akan semakin menurun bahkan sangat beresiko gagal menetas dan justru membuat telur menjadi busuk. Untuk itu, perhatikan waktu penyimpanan telur paska dikeluarkan dengan seksama untuk hasil tetasan yang maksimal.

Demikianlah beberapa informasi menganai cara memilih telur yang baik untuk ditetaskan yang sangat mudah untuk dilakukan. Dengan melakukan beberapa cara tersebut, maka ayam yang dihasilkan dakan menjadi ayam berkualitas.